{"id":479263,"date":"2023-08-09T10:32:55","date_gmt":"2023-08-09T10:32:55","guid":{"rendered":""},"modified":"2023-09-05T11:18:30","modified_gmt":"2023-09-05T11:18:30","slug":"teacher-forcing","status":"publish","type":"wiki","link":"https:\/\/oneproxy.pro\/id\/wiki\/teacher-forcing\/","title":{"rendered":"Paksaan guru"},"content":{"rendered":"<p>Teacher Forcing adalah teknik pembelajaran mesin yang digunakan dalam pelatihan model sequence-to-sequence. Ini membantu meningkatkan kinerja model ini dengan membimbing mereka dengan keluaran aktual atau simulasi selama proses pelatihan. Awalnya dikembangkan untuk tugas pemrosesan bahasa alami, Teacher Forcing telah menemukan aplikasi di berbagai bidang, termasuk terjemahan mesin, pembuatan teks, dan pengenalan suara. Pada artikel ini, kita akan mempelajari sejarah, prinsip kerja, jenis, kasus penggunaan, dan prospek masa depan Teacher Forcing dalam konteks penyedia server proxy seperti OneProxy.<\/p>\n<h2>Sejarah asal usul pemaksaan Guru dan penyebutannya pertama kali<\/h2>\n<p>Konsep Teacher Forcing pertama kali diperkenalkan pada masa awal jaringan saraf berulang (RNN). Ide dasar di balik teknik ini dimulai pada tahun 1970an ketika pertama kali dirumuskan sebagai \u201cPembelajaran Terbimbing\u201d oleh Paul Werbos. Namun, penerapan praktisnya mendapat perhatian yang signifikan dengan munculnya model urutan-ke-urutan dan munculnya terjemahan mesin saraf.<\/p>\n<p>Salah satu makalah penting yang meletakkan dasar bagi Teacher Forcing adalah \u201cSequence to Sequence Learning with Neural Networks\u201d oleh Sutskever dkk., yang diterbitkan pada tahun 2014. Penulis mengusulkan arsitektur model menggunakan RNN untuk memetakan urutan masukan ke urutan keluaran dalam mode paralel. Pendekatan ini membuka jalan untuk menggunakan Teacher Forcing sebagai metode pelatihan yang efektif.<\/p>\n<h2>Informasi terperinci tentang pemaksaan Guru<\/h2>\n<h3>Memperluas topik pemaksaan Guru<\/h3>\n<p>Teacher Forcing melibatkan pemberian keluaran yang sebenarnya atau prediksi dari langkah waktu sebelumnya sebagai masukan ke model untuk langkah waktu berikutnya selama pelatihan. Daripada hanya mengandalkan prediksinya sendiri, model ini dipandu oleh keluaran yang benar, sehingga menghasilkan konvergensi yang lebih cepat dan pembelajaran yang lebih baik. Proses ini membantu mengurangi masalah akumulasi kesalahan dalam rangkaian panjang yang umum terjadi di RNN.<\/p>\n<p>Selama inferensi atau pembuatan, ketika model digunakan untuk memprediksi data yang tidak terlihat, keluaran sebenarnya tidak tersedia. Pada tahap ini, model mengandalkan prediksinya sendiri, yang mengarah pada potensi perbedaan dari keluaran yang diinginkan dan fenomena yang dikenal sebagai bias eksposur. Untuk mengatasi hal ini, teknik seperti Pengambilan Sampel Terjadwal telah diusulkan, yang secara bertahap mentransisikan model dari penggunaan keluaran sebenarnya ke prediksinya sendiri selama pelatihan.<\/p>\n<h2>Struktur internal pemaksaan Guru. Bagaimana Guru memaksa bekerja<\/h2>\n<p>Prinsip kerja Teacher Forcing dapat diringkas sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>\n<p>Urutan masukan: Model menerima urutan masukan, yang direpresentasikan sebagai serangkaian token, yang dapat berupa kata, karakter, atau subkata, bergantung pada tugasnya.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p>Pengkodean: Urutan masukan diproses oleh pembuat enkode, yang menghasilkan representasi vektor dengan panjang tetap, sering disebut sebagai vektor konteks atau keadaan tersembunyi. Vektor ini menangkap informasi kontekstual dari urutan masukan.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p>Decoding dengan Teacher Forcing: Selama pelatihan, decoder model mengambil vektor konteks dan menggunakan urutan keluaran sebenarnya atau yang disimulasikan dari data pelatihan sebagai masukan untuk setiap langkah waktu. Proses ini dikenal sebagai Pemaksaan Guru.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p>Perhitungan kerugian: Pada setiap langkah waktu, keluaran model dibandingkan dengan keluaran sebenarnya yang sesuai menggunakan fungsi kerugian, seperti entropi silang, untuk mengukur kesalahan prediksi.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p>Propagasi mundur: Kesalahan dipropagasi mundur melalui model, dan parameter model diperbarui untuk meminimalkan kerugian, sehingga meningkatkan kemampuannya untuk membuat prediksi yang akurat.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p>Inferensi: Selama inferensi atau pembuatan, model diberi token awal, dan model tersebut secara rekursif memprediksi token berikutnya berdasarkan prediksi sebelumnya hingga token akhir atau panjang maksimum tercapai.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Analisis ciri-ciri utama pemaksaan Guru<\/h2>\n<p>Teacher Forcing menawarkan beberapa kelebihan dan kekurangan yang penting untuk dipertimbangkan ketika menggunakan teknik ini:<\/p>\n<h3>Keuntungan:<\/h3>\n<ul>\n<li>\n<p>Konvergensi yang lebih cepat: Dengan memandu model dengan keluaran yang sebenarnya atau yang disimulasikan, model tersebut akan menyatu lebih cepat selama pelatihan, sehingga mengurangi jumlah periode yang diperlukan untuk mencapai performa yang dapat diterima.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p>Peningkatan stabilitas: Penggunaan Teacher Forcing dapat menstabilkan proses pelatihan dan mencegah model menyimpang selama tahap awal pembelajaran.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p>Penanganan urutan panjang yang lebih baik: RNN sering kali mengalami masalah gradien hilang saat memproses urutan panjang, tetapi Teacher Forcing membantu mengatasi masalah ini.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Kekurangan:<\/h3>\n<ul>\n<li>\n<p>Bias eksposur: Ketika model digunakan untuk inferensi, model tersebut mungkin menghasilkan keluaran yang berbeda dari yang diinginkan karena model tersebut belum terkena prediksinya sendiri selama pelatihan.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p>Perbedaan selama pelatihan dan inferensi: Perbedaan antara pelatihan dengan Teacher Forcing dan pengujian tanpa Teacher Forcing dapat menyebabkan kinerja yang kurang optimal selama inferensi.<\/p>\n<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Tuliskan jenis pemaksaan Guru yang ada. Gunakan tabel dan daftar untuk menulis.<\/h2>\n<p>Teacher Forcing dapat diimplementasikan dalam beberapa cara, bergantung pada persyaratan spesifik tugas dan arsitektur model yang digunakan. Berikut adalah beberapa jenis Pemaksaan Guru yang umum:<\/p>\n<ol>\n<li>\n<p>Pemaksaan Guru Standar: Dalam pendekatan tradisional ini, model secara konsisten diberikan keluaran yang sebenarnya atau yang disimulasikan selama pelatihan, seperti yang dijelaskan di bagian sebelumnya.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p>Pengambilan Sampel Terjadwal: Pengambilan Sampel Terjadwal secara bertahap mentransisikan model dari penggunaan keluaran sebenarnya ke prediksinya sendiri selama pelatihan. Ini memperkenalkan jadwal probabilitas, yang menentukan probabilitas penggunaan keluaran sebenarnya pada setiap langkah waktu. Hal ini membantu dalam mengatasi masalah bias eksposur.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p>Pembelajaran Penguatan dengan Gradien Kebijakan: Daripada hanya mengandalkan kerugian lintas entropi, model dilatih menggunakan teknik pembelajaran penguatan seperti gradien kebijakan. Hal ini melibatkan penggunaan penghargaan atau hukuman untuk memandu tindakan model, sehingga memungkinkan pelatihan yang lebih kuat.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p>Pelatihan Urutan Kritis Diri: Teknik ini melibatkan penggunaan keluaran yang dihasilkan model selama pelatihan, namun alih-alih membandingkannya dengan keluaran sebenarnya, teknik ini membandingkannya dengan keluaran terbaik model sebelumnya. Dengan cara ini, model didorong untuk meningkatkan prediksinya berdasarkan performanya sendiri.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p>Di bawah ini adalah tabel yang merangkum berbagai jenis Pemaksaan Guru:<\/p>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>Jenis<\/th>\n<th>Keterangan<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Pemaksaan Guru Standar<\/td>\n<td>Secara konsisten menggunakan keluaran yang sebenarnya atau yang disimulasikan selama pelatihan.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Pengambilan Sampel Terjadwal<\/td>\n<td>Transisi secara bertahap dari keluaran sebenarnya ke prediksi model.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Pembelajaran Penguatan<\/td>\n<td>Memanfaatkan teknik berbasis penghargaan untuk memandu pelatihan model.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Pelatihan Kritis Diri<\/td>\n<td>Membandingkan keluaran model dengan keluaran terbaik sebelumnya.<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2>Cara menggunakan pemaksaan Guru, masalah dan solusinya terkait dengan penggunaan.<\/h2>\n<p>Teacher Forcing dapat dimanfaatkan dalam berbagai cara untuk meningkatkan kinerja model sequence-to-sequence. Namun, penggunaannya mungkin memiliki tantangan tertentu yang perlu diatasi untuk mendapatkan hasil yang optimal.<\/p>\n<h3>Cara menggunakan Paksa Guru:<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<p>Terjemahan Mesin: Dalam konteks terjemahan mesin, Teacher Forcing digunakan untuk melatih model untuk memetakan kalimat dalam satu bahasa ke bahasa lain. Dengan memberikan terjemahan yang benar sebagai masukan selama pelatihan, model belajar menghasilkan terjemahan yang akurat selama inferensi.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p>Pembuatan Teks: Saat membuat teks, seperti dalam chatbots atau tugas pemodelan bahasa, Teacher Forcing membantu mengajarkan model untuk menghasilkan respons yang koheren dan relevan secara kontekstual berdasarkan masukan yang diberikan.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p>Pengenalan Ucapan: Dalam pengenalan ucapan otomatis, Teacher Forcing membantu mengubah bahasa lisan menjadi teks tertulis, memungkinkan model belajar mengenali pola fonetik dan meningkatkan akurasi.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Masalah dan Solusi:<\/h3>\n<ol>\n<li>\n<p>Bias Eksposur: Masalah bias eksposur muncul ketika model memiliki performa yang berbeda selama pelatihan dengan Teacher Forcing dan pengujian tanpa Teacher Forcing. Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan Pengambilan Sampel Terjadwal untuk secara bertahap mentransisikan model ke arah penggunaan prediksinya sendiri selama pelatihan, sehingga membuatnya lebih kuat selama inferensi.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p>Ketidakcocokan Kerugian: Perbedaan antara kerugian pelatihan dan metrik evaluasi (misalnya, skor BLEU untuk tugas penerjemahan) dapat diatasi dengan menggunakan teknik pembelajaran penguatan seperti gradien kebijakan atau pelatihan urutan kritis diri.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p>Overfitting: Saat menggunakan Teacher Forcing, model mungkin menjadi terlalu bergantung pada keluaran sebenarnya dan kesulitan untuk menggeneralisasi data yang tidak terlihat. Teknik regularisasi, seperti dropout atau penurunan berat badan, dapat membantu mencegah overfitting.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Ciri-ciri utama dan perbandingan lainnya dengan istilah sejenis dalam bentuk tabel dan daftar.<\/h2>\n<p>Berikut perbandingan Teacher Forcing dengan teknik serupa:<\/p>\n<table>\n<thead>\n<tr>\n<th>Teknik<\/th>\n<th>Keterangan<\/th>\n<th>Keuntungan<\/th>\n<th>Kekurangan<\/th>\n<\/tr>\n<\/thead>\n<tbody>\n<tr>\n<td>Paksa Guru<\/td>\n<td>Memandu model dengan keluaran sebenarnya atau simulasi selama pelatihan.<\/td>\n<td>Konvergensi lebih cepat, stabilitas lebih baik<\/td>\n<td>Bias eksposur, perbedaan selama pelatihan dan inferensi<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Pembelajaran Penguatan<\/td>\n<td>Memanfaatkan penghargaan dan penalti untuk memandu pelatihan model.<\/td>\n<td>Menangani metrik evaluasi yang tidak dapat dibedakan<\/td>\n<td>Varians tinggi, konvergensi lebih lambat<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Pengambilan Sampel Terjadwal<\/td>\n<td>Transisi secara bertahap dari keluaran sebenarnya ke prediksi model.<\/td>\n<td>Mengatasi bias eksposur<\/td>\n<td>Kompleksitas dalam menyetel jadwal<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td>Pelatihan Kritis Diri<\/td>\n<td>Membandingkan keluaran model dengan keluaran terbaik sebelumnya selama pelatihan.<\/td>\n<td>Mempertimbangkan performa model itu sendiri<\/td>\n<td>Mungkin tidak meningkatkan kinerja secara signifikan<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<h2>Perspektif dan teknologi masa depan terkait dengan pemaksaan Guru.<\/h2>\n<p>Seiring dengan kemajuan pembelajaran mesin dan pemrosesan bahasa alami, Teacher Forcing diharapkan memainkan peran penting dalam pengembangan model sequence-to-sequence yang lebih akurat dan kuat. Berikut beberapa perspektif dan teknologi masa depan terkait Teacher Forcing:<\/p>\n<ol>\n<li>\n<p>Pelatihan Permusuhan: Menggabungkan Pemaksaan Guru dengan pelatihan permusuhan dapat menghasilkan model yang lebih kuat yang dapat menangani contoh-contoh permusuhan dan meningkatkan generalisasi.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p>Pembelajaran Meta: Memasukkan teknik pembelajaran meta dapat meningkatkan kemampuan model untuk beradaptasi dengan cepat terhadap tugas baru, menjadikannya lebih fleksibel dan efisien.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p>Model Berbasis Transformer: Keberhasilan arsitektur berbasis transformator, seperti BERT dan GPT, menunjukkan harapan besar untuk berbagai tugas pemrosesan bahasa alami. Mengintegrasikan Teacher Forcing dengan model transformator dapat lebih meningkatkan kinerjanya.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p>Pembelajaran Penguatan yang Lebih Baik: Penelitian dalam algoritma pembelajaran penguatan sedang berlangsung, dan kemajuan dalam bidang ini dapat menghasilkan metode pelatihan yang lebih efektif yang dapat mengatasi masalah bias paparan dengan lebih efisien.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p>Aplikasi Multimodal: Memperluas penggunaan Teacher Forcing ke tugas-tugas multimodal, seperti pembuatan teks gambar atau pembuatan video-ke-teks, dapat menghasilkan sistem AI yang lebih canggih dan interaktif.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Bagaimana server proxy dapat digunakan atau dikaitkan dengan pemaksaan Guru.<\/h2>\n<p>Server proxy, seperti yang disediakan oleh OneProxy, dapat dikaitkan dengan Teacher Forcing dalam berbagai cara, terutama ketika berhubungan dengan pemrosesan bahasa alami dan tugas web scraping:<\/p>\n<ol>\n<li>\n<p>Pengumpulan dan Augmentasi Data: Server proxy memungkinkan pengguna mengakses situs web dari lokasi geografis yang berbeda, membantu mengumpulkan beragam data untuk melatih model pemrosesan bahasa alami. Kumpulan data ini kemudian dapat digunakan untuk mensimulasikan Pemaksaan Guru dengan menggunakan keluaran yang benar atau yang diprediksi selama pelatihan.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p>Penyeimbangan Beban: Situs web dengan lalu lintas tinggi mungkin menerapkan pembatasan kecepatan atau memblokir alamat IP yang membuat permintaan berlebihan. Server proxy dapat mendistribusikan permintaan di antara IP yang berbeda, mencegah model terkena batas kecepatan dan memastikan kelancaran pelatihan dengan Teacher Forcing.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p>Anonimitas dan Keamanan: Server proxy menawarkan lapisan privasi dan keamanan tambahan selama pengumpulan data, memungkinkan peneliti mengumpulkan data tanpa mengungkapkan alamat IP mereka yang sebenarnya.<\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p>Menangani Tantangan Pengikisan Web: Saat mengambil data dari situs web, prosesnya mungkin terganggu karena kesalahan atau pemblokiran IP. Server proxy membantu mengurangi tantangan ini dengan merotasi IP dan memastikan pengumpulan data berkelanjutan.<\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Tautan yang berhubungan<\/h2>\n<p>Untuk informasi lebih lanjut tentang Pemaksaan Guru, berikut adalah beberapa sumber yang bermanfaat:<\/p>\n<ol>\n<li>\u201cPembelajaran Urutan ke Urutan dengan Jaringan Syaraf Tiruan\u201d oleh I. Sutskever dkk. (2014) \u2013 <a href=\"https:\/\/arxiv.org\/abs\/1409.3215\" target=\"_new\" rel=\"noopener nofollow\">Tautan<\/a><\/li>\n<li>\u201cPengambilan Sampel Terjadwal untuk Prediksi Urutan dengan Jaringan Neural Berulang\u201d oleh S. Bengio dkk. (2015) \u2013 <a href=\"https:\/\/arxiv.org\/abs\/1506.03099\" target=\"_new\" rel=\"noopener nofollow\">Tautan<\/a><\/li>\n<li>\u201cPelatihan Urutan Kritis Diri untuk Pembuatan Teks Gambar\u201d oleh JR Fang dkk. (2017) \u2013 <a href=\"https:\/\/arxiv.org\/abs\/1612.00563\" target=\"_new\" rel=\"noopener nofollow\">Tautan<\/a><\/li>\n<li>\u201cPembelajaran Penguatan dengan Gradien Kebijakan\u201d oleh RS Sutton dkk. (2000) \u2013 <a href=\"https:\/\/link.springer.com\/article\/10.1023\/A:1007678939742\" target=\"_new\" rel=\"noopener nofollow\">Tautan<\/a><\/li>\n<\/ol>\n<p>Dengan memanfaatkan kekuatan Teacher Forcing, penyedia server proxy seperti OneProxy dapat berkontribusi pada sistem pemrosesan bahasa alami yang lebih efektif dan efisien, yang pada akhirnya meningkatkan kinerja berbagai aplikasi AI di seluruh industri.<\/p>","protected":false},"featured_media":470657,"menu_order":0,"template":"","meta":{"_acf_changed":false,"content-type":"","inline_featured_image":false,"footnotes":""},"class_list":["post-479263","wiki","type-wiki","status-publish","has-post-thumbnail","hentry"],"acf":{"faq_title":"Frequently Asked Questions about <mark>Teacher Forcing: Enhancing Proxy Server Performance<\/mark>","faq_items":[{"question":"What is Teacher Forcing and how does it work?","answer":"<p>Teacher Forcing is a machine learning technique used in training sequence-to-sequence models. It involves guiding the model with true or simulated outputs during training, which helps it learn to make accurate predictions. During inference, the model relies on its own predictions, potentially leading to exposure bias. To mitigate this, techniques like Scheduled Sampling are used to transition the model gradually from using true outputs to its own predictions.<\/p>"},{"question":"What are the advantages of using Teacher Forcing?","answer":"<p>Teacher Forcing offers several advantages, including faster convergence during training, improved stability, and better handling of long sequences. It helps the model avoid the vanishing gradient problem and accelerates the learning process.<\/p>"},{"question":"What are the drawbacks of Teacher Forcing?","answer":"<p>One of the main drawbacks of Teacher Forcing is exposure bias, where the model performs differently during training and testing. Additionally, using true outputs during training may cause the model to overfit to the training data and struggle to generalize to unseen examples.<\/p>"},{"question":"What types of Teacher Forcing exist?","answer":"<p>There are several types of Teacher Forcing, each with its characteristics. The main types include Standard Teacher Forcing, Scheduled Sampling, Reinforcement Learning with Policy Gradient, and Self-Critical Sequence Training.<\/p>"},{"question":"How can proxy servers be associated with Teacher Forcing?","answer":"<p>Proxy servers, like those offered by OneProxy, can be used with Teacher Forcing in natural language processing and web scraping tasks. They help collect diverse data for training by accessing websites from different locations, handle challenges in web scraping by rotating IPs, and provide an added layer of privacy and security during data collection.<\/p>"},{"question":"What are the future prospects of Teacher Forcing?","answer":"<p>As AI and NLP continue to evolve, Teacher Forcing is expected to play a vital role in developing more accurate and robust sequence-to-sequence models. The integration of Teacher Forcing with transformer-based models and advancements in reinforcement learning techniques are some of the future possibilities.<\/p>"},{"question":"Where can I find more information about Teacher Forcing?","answer":"<p>For more in-depth information about Teacher Forcing, you can refer to the following resources:<\/p><ol><li>\"Sequence to Sequence Learning with Neural Networks\" by I. Sutskever et al. (2014) - <a href=\"https:\/\/arxiv.org\/abs\/1409.3215\" target=\"_new\">Link<\/a><\/li><li>\"Scheduled Sampling for Sequence Prediction with Recurrent Neural Networks\" by S. Bengio et al. (2015) - <a href=\"https:\/\/arxiv.org\/abs\/1506.03099\" target=\"_new\">Link<\/a><\/li><li>\"Self-Critical Sequence Training for Image Captioning\" by J. R. Fang et al. (2017) - <a href=\"https:\/\/arxiv.org\/abs\/1612.00563\" target=\"_new\">Link<\/a><\/li><li>\"Reinforcement Learning with Policy Gradients\" by R. S. Sutton et al. (2000) - <a href=\"https:\/\/link.springer.com\/article\/10.1023\/A:1007678939742\" target=\"_new\">Link<\/a><\/li><\/ol><p>Explore the power of Teacher Forcing and its applications in enhancing AI systems and natural language processing tasks!<\/p>"}]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/oneproxy.pro\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wiki\/479263","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/oneproxy.pro\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wiki"}],"about":[{"href":"https:\/\/oneproxy.pro\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/wiki"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/oneproxy.pro\/id\/wp-json\/wp\/v2\/wiki\/479263\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/oneproxy.pro\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/470657"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/oneproxy.pro\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=479263"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}